Sehubungan dengan adanya penyesuaian pedoman standar yang digunakan untuk Skema Akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (LSSMOP), Badan Standardisasi Nasional (BSN) memandang perlu meningkatkan kompetensi personel Kedeputian Akreditasi BSN terkait standar ini.

Untuk itu, BSN melalui Kedeputian Akreditasi melaksanakan sosialisasi ISO/TS 21030:2023 Educational organization: Requirements for bodies providing audit and certification of educational organization’ management systems kepada 30 asesor dan Panitia Teknis pada Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang terkait pada Rabu (3/4/2024) secara hybrid.

Setiap dokumen baru terkait persyaratan akreditasi dikeluarkan, KAN wajib melakukan sosialisasi dokumen tersebut kepada para asesor dan panitia teknis KAN. “Ada penambahan klausul pada standar ISO/TS 21030:2023 ini dari standar yang sebelumnya,” ungkap Analis Standardisasi Muda BSN selaku Ketua Tim Kerja Sumber Daya dan Harmonisasi Akreditasi pada Direktorat Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN, Awan Taufani pada pembukaan sosialisasi.

Untuk pelaksanaan sertifikasi sistem manajemen organisasi pendidikan, ISO telah menetapkan ISO/TS 21030:2023 pada tahun 2023 lalu sebagai tambahan persyaratan bagi lembaga sertifikasi sistem manjemen organisasi pendidikan dalam melakukan kegiatan audit dan sertifikasi. Untuk itu, personel KAN perlu bersama-sama mempelajari dan mengimplementasikannya kepada lembaga sertifikasi.

“Nantinya, perlu adanya tambahan persyaratan dalam KAN-K untuk segera diimplementasikan oleh Lembaga Sertifikasi,” ungkap Analis Standardisasi Madya BSN, Dohana Viskhurin Femina. “Adapun, muatan klausul yang terdapat di ISO/TS 21030:2023 kurang lebih sama dengan ISO IEC 17021-1 dengan beberapa penambahan klausul seperti Syarat dan Ketentuan, Persyaratan Umum, serta Kebutuhan Sumber Daya,” tambahnya.

Bila syarat dan Ketentuan pada standar ini disandingkan dengan syarat dan ketentuan yang ada pada SNI ISO 21001 Organisasi pendidikan, pada ISO/TS 21030:2023 ini terdapat beberapa penambahan informasi. Salah satunya terkait virtual site (klausul 3.1), yaitu ruang digital dimana organisasi pendidikan berada dalam lingkungan online dalam menyajikan pekerjaan maupun dalam menyediakan produk dan layanan edukasinya.

Analis Standardisasi Madya BSN, Nurilla Gunawan Wibisono, menambahkan beberapa klausul yang juga mengalami perubahan pada standar ini, yakni terkait kebutuhan informasi, persyaratan proses, dan persyaratan sistem manajemen untuk lembaga sertifikasi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan ada tindak lanjut sekretariat KAN untuk menyesuaikan beberapa dokumen KAN-K, dan asesors serta panitia teknis memahami standar ini dengan baik. (Put – Humas)

 

 

 

 

Berita

BSN Siapkan Personel Akreditasi untuk APAC Peer Evaluation

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan APAC Peer Evaluation Tahun 2024 yang akan berlangsung pada akhir Mei 2024 ini, Direktorat Akreditasi laboratorium BSN melaksanakan Focus Group Discussion bersama personel akreditasi dan asesor di Cibinong, Bogor pada Kamis-Jumat (16-17/5/2024).

Read more ...
BSN Siapkan Tim Asesor untuk Menghadapi APAC Peer Evaluation

Menjelang APAC Peer Evaluation yang akan dilaksanakan pada akhir Mei 2024 mendatang, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Deputi Bidang Akreditasi BSN melakukan pertemuan koordinasi dengan Asesor untuk Persiapan Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC) Peer Evaluation pada Senin (13/5/2024) di kantor BSN, Jakarta. Pertemuan ini menjadi pertemuan teknis Deputi Bidang Akreditasi BSN dengan tim asesor yang telah dijadwalkan untuk melakukan penyaksian/witnessing di Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) pada agenda Peer Evaluation APAC nanti.

Read more ...
Deputi Bidang Akreditasi BSN Tingkatkan Kompetensi Personel untuk Akreditasi LSSMAP

Guna memelihara Skema Akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (LSSMAP), sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Peer Evaluation Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC) yang akan dilaksanakan pada akhir Mei 2024, Deputi Bidang Akreditasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengadakan pelatihan Anti-Fraud dan Anti-Korupsi pada skema akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (LSSMAP) kepada 30 asesor, panitia teknis, maupun personel Kedeputian Bidang Akreditasi BSN, yang dilangsungkan pada Kamis-Jumat (2-3/5/2024) secara hybrid di kantor BSN, Mampang, Jakarta.

Read more ...
Kepala BSN Apresiasi Kinerja UPT PMP2KP Banyuwangi

Dalam kunjungan kerja ke Banyuwangi, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad berkunjung ke 2 Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK). Salah satunya, Kepala BSN melakukan kunjungan ke UPT Pengujian Mutu Dan Pengembangan Produk Kelautan Dan Perikanan (PMP2KP) Kabupaten Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat (26/4/2024). Dalam kunjungannya yang didampingi, Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi BSN, Fajarina Budiantari serta Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN, Sugeng Raharjo, Kukuh mengapresiasi kinerja UPT PMP2KP Kabupaten Banyuwangi.

Read more ...
Kunjungan Kepala BSN ke UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Banyuwangi

Dalam kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S Achmad berkesempatan melakukan kunjungan ke 2 Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) di Banyuwangi. Salah satunya, Kepala BSN berkunjung ke UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat (26/4/2024). Dalam kunjungannya, Kukuh yang juga selaku Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyampaikan pentingnya akreditasi untuk memelihara kompetensi sebuah laboratorium.

Read more ...
Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.