Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan Komite Akreditasi Nasional (KAN) sesuai dengan persyaratan yang ada dalam SNI ISO/IEC 17011:2017 dan dengan adanya pembaharuan susunan keanggotaan KAN, KAN melangsungkan Sosialisasi Sistem Kerja Anggota KAN dan SNI ISO/IEC 17011:2017 di Kantor BSN, Jakarta pada Rabu (10/1/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh 14 anggota dari total 17 anggota KAN.

 

“Anggota KAN merupakan posisi tertinggi di KAN, sehingga wajib memahami tentang dasar pengoperasian badan akreditasi di Indonesia, yaitu KAN, berdasarkan standar internasional sebagai komitmen kita untuk dapat diakui secara internasional. Persyaratan ini dimuat dalam SNI ISO/IEC 17011:2017,” ungkap Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku Ketua KAN, Kukuh S. Achmad.

 

KAN dibentuk pada tahun 1992 melalui Keputusan Menristek, pada saat itu Prof. B.J. Habibie, untuk menginisiasi kegiatan penilaian kesesuaian di Indonesia. “Pada awal pengoperasiannya, Komite Akreditasi Nasional dibantu oleh Komisi Akreditasi Instansi Teknis (KAIT) untuk masing-masing sektor yang ada,” ujar Kukuh.

 

Pada tahun 1997, Presiden RI menerbitkan Keppres pembentukan Badan Standardisasi Nasional. Di dalam Keppres tersebut, terdapat pasal mengenai pengaturan Komite Akreditasi Nasional.

 

Keppres pembentukan KAN kemudian diperbaharui melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 2001, yang menyatakan bahwa KAN merupakan lembaga non struktural yang menjalankan tugas dan tanggung jawab mengakreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK). Adapun anggota KAN merupakan wakil-wakil dari para pemangku kepentingan, dengan komposisi seimbang antara perwakilan pemerintah dan non pemerintah.

 

SNI ISO/IEC 17011:2017 merupakan standar untuk pengoperasian badan akreditasi agar dapat diakui kompetensinya secara internasional. Standar ini telah diterapkan oleh KAN sejak KAN mewakili Indonesia di forum-forum kerjasama internasional di bidang akreditasi.

 

Sementara itu, Sekretaris Utama BSN selaku Sekretaris KAN, Donny Purnomo, menekankan bahwa akreditasi oleh KAN adalah proses untuk menjamin bahwa kegiatan lembaga penilaian kesesuaian dilakukan secara kompeten, konsisten, dan imparsial.

 

Selanjutnya, Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN, Sugeng Raharjo dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi sistem kerja anggota KAN berdasarkan SNI ISO/IEC 17011:2017.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan workshop penggunaan aplikasi KANMIS dan New KANMIS. Aplikasi ini merupakan sarana yang digunakan dalam proses akreditasi KAN termasuk untuk pengambilan keputusan akreditasi oleh anggota KAN. (Put)

 

 

Berita

BSN Tingkatkan Kompetensi Personel Akreditasi terkait ISO/TS 21030:2023

Sehubungan dengan adanya penyesuaian pedoman standar yang digunakan untuk Skema Akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (LSSMOP), Badan Standardisasi Nasional (BSN) memandang perlu meningkatkan kompetensi personel Kedeputian Akreditasi BSN terkait standar ini.

Read more ...
KAN Melakukan Rapat KAN dan Kaji Ulang Manajemen 2024

Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) melaksanakan Rapat KAN bersamaan dengan Kaji Ulang Manajemen pada Rabu (20/3/2024) di Jakarta.

Read more ...
BSN Selenggarakan Focus Group Discussion Asesor dan Panitia Teknis Laboratorium Pengujian Parameter Lingkungan

Deputi Bidang Akreditasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Asesor dan Panitia Teknis Laboratorium Pengujian Parameter Lingkungan pada Kamis (13/03/2024) secara daring.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN, Sugeng Rahardjo mengatakan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai persyaratan tambahan skema akreditasi untuk laboratorium lingkungan menjadi penting dan harus menjadi perhatian khusus karena laboratorium lingkungan di Indonesia semakin banyak dibutuhkan.

Read more ...
BSN Tingkatkan Keberterimaan Akreditasi Mendukung Keberlanjutan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Dalam konteks ekonomi berkelanjutan, akreditasi berperan penting dalam membantu regulator, pelaku usaha, dan konsumen untuk berkomitmen ataupun mempersyaratkan praktik yang ramah lingkungan dan mendukung produk/jasa dalam negeri sehingga dapat bersaing di pasar global dan diterapkan sebagai dasar transaksi untuk level nasional.

Read more ...
Refreshment Asesor Untuk Mempertahankan Saling Pengakuan di Level Internasional

Asesor merupakan ujung tombak dari kesuksesan akreditasi. Oleh karena itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) Melalui Kedeputian Bidang Akreditasi terus berupaya meningkatkan kapasitas asesor salah satunya dengan menyelenggarakan Refreshment Asesor  Lembaga Sertifikasi Person pada Jum’at (08/03/2024) secara daring (online).

Read more ...
Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.