Indonesian English

Perlu kita ketahui bersama bahwa akhir tahun 2019, International Organization for Standardization (ISO) merilis ISO 35001:2019 (Biorisk management for laboratories and other related organisations) yang kemudian pada 9 Juni 2020 ditetapkan sebagai SNI sesuai dengan SK Kepala BSN 177/KEP/BSN/6/2020. SNI ISO 35001:2019 merupakan adopsi identik dengan ISO 35001:2019. SNI ISO 35001:2019 ini nantinya akan menggantikan SNI 8340:2016. Guna membedah bagaimana perbedaan serta persamaan antara SNI 8340:2016 dengan SNI ISO 35001:2019, maka pada Selasa (24/06/2020) Komite Akreditasi Nasional (KAN) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) SNI ISO 35001:2019 dengan media daring.

FGD ini dibuka oleh Triningsih Herlinawati (Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi KAN), pada pembukaannya Triningsih menyampaikan bahwa SNI ISO 35001:2019 merupakan standar yang menetapkan proses untuk mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan memantau risiko yang terkait dengan bahan biologis berbahaya. Standar ini berlaku untuk laboratorium atau organisasi lain yang bekerja dengan, menyimpan, mengangkut, dan/atau membuang bahan biologis berbahaya. Standar ini dimaksudkan untuk melengkapi standar yang ada untuk laboratorium. Selanjutnya, Triningsih menambahkan bahwa KAN akan menerbitkan kebijakan transisi penerapan SNI 8340 kepada SNI ISO 35001:2019.

Mengapa SNI ISO 35001:2019 penting diimplementasikan?, karena biosafety melindungi orang dari patogen berbahaya dan biosecurity melindungi patogen dari orang berbahaya. Spektrum Bioresiko terdiri dari biosafety (alami dan kecelakaan) dan biosecurity (kesengajaan). Manajemen Biorisiko Laboratorium adalah Pengendalian risiko yang efektif terkait dengan pekerjaan menggunakan bahan biologis dan toksin untuk menciptakan lingkungan kerja yang selamat (safe) dan aman (secure). Ruang lingkup SNI ISO 35001:2019 berlaku untuk organisasi yang bekerja, menyimpan, mengangkut, membuang biohazard dan tidak untuk fasilitas yang menguji keberadaan mikroorganisme dan racun di pangan atau pakan serta tidak berlaku untuk manajemen risiko penggunaan tanaman Genetically Modified Organism (GMO) di bidang pertanian. Tutur Diah Iskandriati, narasumber dari Biosafety Officer dan Ketua Komisi Biorisiko Pusat Studi Satwa Primata, IPB University.

Diah juga menambahkan, bahwa pentingnya SNI ISO 35001:2019 yaitu untuk:

 

  1. Meningkatkan kinerja manajemen biorisiko secara menyeluruh
  2. Menawarkan kerangka kerja atau struktur program manajemen yang efektif untuk proses pengendalian biorisiko (biosafety dan biosecurity) baik yang sederhana maupun kompleks
  3. Membantu program komunikasi dan meningkatkan kepedulian terkait biorisiko
  4. Meningkatkan kerjasama internasional terkait laboratorium
  5. Membantu evaluasi kinerja.

 

“Selain mengundang asesor,panitia teknis dan tim pengembang KAN, kegiatan FGD ini mengikutsertakan juga direktorat lain di Badan Standardisasi Nasional (BSN) agar terjalin sinergi dalam pengembangan skema akreditasi dan sertifikasi SNI ISO 35001 ini ke depannya.”, tutur Triningsih pada penutupan FGD. (AH/FV)

Berita

Perubahan Kebijakan Akreditasi di Masa Pandemi Covid-19 Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi

Pada Kamis (9/7/2020) telah dilaksanakan Sosialisasi Perubahan Kebijakan Komite Akreditasi Nasional terkait Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19. Acara diselenggarakan melalui webinar dan streaming Youtube. Sosialisasi ini diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada Lembaga Inspeksi (LI), Lembaga Sertifikasi (LS), serta Lembaga Verifikasi dan Validasi (LVV) mengenai kebijakan KAN No 007/KAN/06/2020 yang merupakan perubahan dari kebijakan KAN No 003/KAN/04/2020 yang ditetapkan tanggal 15 April 2020.

Read more ...
Pengumuman Hasil Seleksi dan Pelaksanaan Pelatihan Asesor Laboratorium Penguji SNI ISO/IEC 17025:2017 KAN 2020

Kami beritahukan dengan hormat, berikut nama-nama peserta pelatihan asesor laboratorium penguji SNI ISO/IEC 17025:2017 tahun 2020 yang dinyatakan lolos seleksi persyaratan administrasi sebagaimana terlampir. 

Read more ...
FGD Skema Akreditasi LS Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (LSSMOP) Berdasarkan SNI ISO 21001

ISO 21001:2018 merupakan standar sistem manajemen pertama di tingkat internasional yang diperuntukkan secara spesifik bagi sektor organisasi Pendidikan. Standar yang dirilis pada bulan Mei 2018 ini secara umum memberikan panduan tentang bagaimana memastikan mutu layanan pendidikan dengan pendekatan sistem manajemen. Sebagai salah satu wujud kontribusi Badan Standardisasi Nasional (BSN) terhadap mutu pendidikan di Indonesia, dokumen ISO ini telah diadopsi sebagai standar nasional pada tanggal 14 Juni 2019 dengan penamaan dokumen SNI ISO 21001:2018 – Organisasi pendidikan – Sistem manajemen untuk organisasi pendidikan – Persyaratan dengan panduan penggunaan.

Read more ...
Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.