Indonesian English

Pengetahuan Umum

Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah badan akreditasi di Indonesia yang menyelenggarakan layanan akreditasi kepada Lembaga Penilaian Kesesuaian/ Conformity Assessment Body, seperti: lembaga sertifikasi; lembaga inspeksi; lembaga validasi/verifikasi; penyelenggara uji profisiensi; dan produsen bahan acuan.

Hingga saat ini, KAN telah memeroleh pengakuan secara regional maupun internasional untuk skema akreditasi yang tercantum di sini. Hal ini memiliki makna bahwa sertifikat/ hasil uji yang diterbitkan oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian yang diakreditasi oleh KAN untuk skema akreditasi tersebut dapat diterima oleh negara lain. Pengakuan ini disepakati melalui penandatanganan Mutual Recognition Arrangement (MRA) dan/atau Multilateral Recognition Agreement (MLA) di The Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC) dan/atau International Accreditation Forum (IAF) serta International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC).

Berlaku sejak tahun 2019, masa berlaku akreditasi kepada Lembaga Penilaian Kesesuaian adalah 5 tahun, dengan kunjungan rutin surveillance dan witness sesuai ketentuan. Daftar Lembaga Penilaian Kesesuaian yang telah diakreditasi oleh KAN dapat dilihat pada Direktori Klien Terakreditasi.

 

Skema Akreditasi PBA

Salah satu layanan akreditasi yang diberikan oleh KAN adalah akreditasi Produsen Bahan Acuan (PBA), yaitu akreditasi yang diperuntukkan bagi organisasi yang menghasilkan bahan acuan yang digunakan oleh laboratorium  berdasarkan ISO 17034:2016 “Persyaratan Umum Kompetensi Produsen Bahan Acuan”.

Penggunaan bahan acuan di laboratorium pengujian dan kalibrasi sangat penting untuk menjamin bahwa rantai ketertelusuran yang dibangun ke satuan SI tidak terputus. Salah satu faktor kunci yang berpengaruh pada kemampuan laboratorium untuk menghasilkan data uji yang handal adalah ketersediaan bahan acuan dengan nilai yang tersertifikasi yang dapat dijadikan pegangan para penggunanya. Kebutuhan akan bahan acuan terus meningkat seiring dengan meningkatnya presisi peralatan ukur dan persyaratan untuk keberadaan data yang lebih teliti dan handal dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, sangat diperlukan produsen bahan acuan yang dapat dibuktikan kompetensinya.

 

Dalam menjalankan operasionalnya, PBA dipersyaratkan oleh KAN untuk menerapkan sistem yang mengacu kepada persyaratan standar sebagai berikut:

  • ISO 17034:2016 Persyaratan Umum Kompetensi Produsen Bahan Acuan
  • Peraturan dari badan regulasi (regulatory body) atau persyaratan khusus lainnya yang ditetapkan

 

Lihat juga:

Alur Proses Akreditasi

Persyaratan Akreditasi

Registrasi Akreditasi Online dan Panduan

 

 

KAN mewakili Indonesia dalam forum kerjasama internasional antar badan akreditasi, yaitu International Accreditation Forum (IAF), International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) dan Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC).

Fokus kerjasama yang dilakukan oleh organisasi-organisasi tersebut adalah perjanjian saling pengakuan atas hasil-hasil sertifikasi, pengujian, inspeksi, dll yang disebut sebagai Multilateral Recognition Agreements (MLA's) atau  Mutual Recognition Arrangements (MRA's). Dengan penandatangan MLA atau MRA tersebut, anggota badan akreditasi akan saling mengakui satu sama lain atas sertifikat dan laporan yang diterbitkan oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian yang terakreditasi .Keuntungan saling pengakuan ini adalah mengurangi potensi dilakukannya re-sertifikasi atau pemeriksaan ulang terhadap barang dan jasa ketika berpindah dari satu negara ke negara lain.

 

IAF

KAN adalah anggota IAF dan menjadi penandatangan IAF MLA untuk sertifikasi sistem manajemen mutu (sejak 22 September 2002), sertifikasi sistem manajemen lingkungan (sejak 26 Oktober 2007), sertifikasi produk (sejak 19 Oktober 2009) dan sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan (sejak 21 Oktober 2015).

 

ILAC

KAN adalah anggota ILAC dan menjadi penandatangan ILAC MRA untuk laboratorium pengujian (sejak 20 Juni 2001), laboratorium kalibrasi (sejak 30 Desember 2003), lembaga inspeksi (sejak 24 Oktober 2012) dan laboratorium medik (sejak 14 Maret 2013).

 

APAC

APAC adalah organisasi kerjasama badan akreditasi Asia Pasifik yang merupakan hasil penggabungan Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC) dan Pacific Accreditation Cooperation (PAC) serta mulai beroperasi pada 1 Januari 2019.

Pengakuan MRA – Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC) yang berhasil dicapai oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah :

a. akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (ISO/IEC 17021 dan ISO 9001) pada tanggal 24 Agustus 2000,

b. akreditasi Laboratorium Pengujian (ISO/IEC 17025) pada tanggal 22 Mei 2001,

c. akreditasi Laboratorium Kalibrasi (ISO/IEC 17025) pada tanggal 13 November 2003,

d. akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan (ISO/IEC 17021 dan ISO 14001) pada tanggal 08 Juli 2004,

e. akreditasi Lembaga Inspeksi (ISO/IEC 17020) pada tanggal 9 Desember 2004,

f.  akreditasi Lembaga Sertifikasi Produk (ISO/IEC 17065) pada tanggal 16 Juni 2009,

g. akreditasi Laboratorium Medik (ISO 15189) pada tanggal 14 Maret 2013,

h. akreditasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan (ISO/IEC 17021 dan ISO 22000) pada tanggal 22 Mei 2013,

i.  akreditasi Lembaga Sertifikasi Personel (ISO/IEC 17024) pada tanggal 15 Juni 2016,

j.  akreditasi Penyelenggara Uji Profisiensi (ISO/IEC 17043) pada tanggal 21 Juni 2017,

k. akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Energi (ISO/IEC 17021 dan ISO/IEC 50001) pada tanggal 14 Desember 2017,

l.  akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISO/IEC 17021 dan ISO/IEC 27001) pada tanggal 14 Desember 2017.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah badan akreditasi Indonesia yang dioperasikan secara objektif dan tidak memihak. KAN menyediakan layanan akreditasi dengan azas non-diskriminatif, melalui cara sebagai berikut

  1. Menyediakan akses yang sama bagi semua Lembaga Penilai Kesesuaian pemohon akreditasi yang memiliki kegiatan yang tercakup dalam lingkup akreditasi KAN.
  2. Menetapkan struktur biaya akreditasi yang sama untuk semua Lembaga Penilaian Kesesuaian; dan
  3. Tidak memberikan hak istimewa kepada satu atau sekelompok Lembaga Penilaian Kesesuaian. 

KAN memastikan bahwa semua personil (termasuk personel kontrak) bertindak secara objektif dan bebas dari tekanan komersial dan keuangan serta tekanan lainnya, yang mungkin dapat mempengaruhi hasil akreditasi. Dokumen Kode Etik Personil Komite Akreditasi Nasional dapat diunduh di sini

Keputusan Akreditasi diambil secara kolektif oleh Konsil KAN yang merupakan manajemen tertinggi di KAN yang beranggotakan para wakil pemangku kepentingan bidang akreditasi.

Keputusan Presiden Nomor 78/2001 menyatakan bahwa Badan Standardisasi Nasional (BSN) memberikan dukungan anggaran dan personil untuk pengoperasian KAN.

 

11 Juni 2020

Kukuh S. Achmad
Ketua KAN

 

(pernyataan ketidakberpihakan_Juni 2020)

Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah Lembaga di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia dengan tugas utama memberikan akreditasi kepada Lembaga Penilai Kesesuaian.

KAN didirikan pada tahun 1992 dengan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor 465 / IV.2.06 / HK.01.04 / 9/92 dan diperbaharui pada tahun 1997 dengan Keputusan Presiden Nomor 13/1997 dan pada tahun 2001 dengan Keputusan Presiden No 78/2001.

Dalam  Undang  Undang  Nomor  20  tahun  2014  tentang  Standardisasi  dan Penilaian  Kesesuaian,  KAN  ditetapkan  sebagai Lembaga  Non  Struktural  yang bertugas untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab pemerintah di bidang Akreditasi LPK, yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Presiden melalui Kepala BSN. 

KAN berlokasi di Jakarta dengan alamat di Gedung Menara Thamrin Lt 11, Jl. M.H Thamrin Kav. 3, Kebon Sirih, Jakarta 10340 - Indonesia.

KAN dioperasikan sesuai dengan standar internasional ISO / IEC 17011 sebagai badan akreditasi yang profesional, independen dan tidak memihak.

KAN memberikan akreditasi kepada Lembaga Sertifikasi, Laboratorium, Lembaga Inspeksi, Penyedia Uji Profisiensi dan Produsen Bahan Acuan. KAN adalah anggota penuh Pacific Accreditation Cooperation – PAC,  International Accreditation Forum – IAF,  Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation – APLAC, and International Laboratory Accreditation Cooperation – ILAC.

KAN mendapat pengakuan internasional melalui IAF / PAC Multilateral Recognition Arrangement (MLA) untuk akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan, Lembaga Sertifikasi Produk dan Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan, serta mendapat pengakuan PAC MLA untuk Lembaga Sertifikasi Person. KAN juga mendapat pengakuan internasional melalui ILAC / APLAC Mutual Recognition Arrangement (MRA) untuk akreditasi Laboratorium Pengujian, Laboratorium Kalibrasi, Laboratorium Medik dan Lembaga Inspeksi.

 

Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.