Indonesian English

 

Akreditasi Pilar Utama Keberterimaan Hasil Penilaian Kesesuaian di seluruh dunia

 

Akreditasi sebagai bagian dari insfrastruktur mutu, memegang peranan yang sangat strategis dalam memastikan bahwa suatu lembaga penilaian kesesuaian (lembaga inspeksi, laboratorium, lembaga sertifikasi, dan lembaga validasi/verifikasi) memiliki kompetensi serta berhak melaksanakan kegiatan penilaian kesesuaian, seperti inspeksi, pengujian, sertifikasi, validasi/verifikasi dan lain sebagainya.

 

Untuk meningkatkan keberterimaan hasil penilaian kesesuaian tersebut, Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai badan akreditasi di Indonesia menjadi anggota penuh dari International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) dan The International Accreditation Forum (IAF) serta menjadi penandatangan Mutual Recognition Arrangement (MRA) Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC) & ILAC serta Multilateral Recognition Arrangement (MLA) IAF.

 

 

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad dalam Pertemuan Teknis Lembaga Inspeksi di Yogyakarta pada Kamis (15/9/2022) mengatakan di bawah payung ILAC MRA dan IAF MLA, layanan badan akreditasi dan lembaga penilaian kesesuaian yang terakreditasi memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kesadaran pada peran akreditasi. Selain itu juga, untuk mempromosikan keberterimaan/recognition global sertifikat pengujian, kalibrasi, sertifikasi dan inspeksi yang diakreditasi, sebagai pilar utama dalam harmonisasi persyaratan serta proses akreditasi di seluruh dunia.

 

“Sebagaimana diketahui, Mutual Recognition Arrangement (MRA) Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC) & ILAC serta Multilateral Recognition Arrangement (MLA) IAF mengakui akreditasi satu sama lain sebagai ekuivalensi, dengan tujuan Accredited once, accepted everywhere,” tutur Kukuh.

 

Tercatat, sampai dengan bulan Mei 2022, KAN telah mengakreditasi sebanyak 2.644 LPK yang terdiri dari 2.149 LPK bidang laboratorium dan 529 LPK bidang akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi.

 

Komite Akreditasi Nasional (KAN) sendiri untuk pengakuan MRA APAC dan ILAC dan MLA IAF telah memiliki skema akreditasi yakni laboratorium penguji, laboratorium kalibrasi, lembaga penyelenggara uji profisiensi; lembaga inspeksi; lembaga sertifikasi sistem manajemen mutu, sistem manajemen lingkungan, sistem manajemen keamanan pangan, sistem manajemen keamanan informasi, sistem manajemen energi, sertifikasi produk, sertifikasi person, FSSC 22000; serta lembaga validasi dan verifikasi gas rumah kaca.

 

Sebagai tambahan, lanjut Kukuh yang juga selaku Ketua KAN mengungkapkan pada Juni 2022, KAN baru saja mendapatkan pengakuan MRA pada regional APAC untuk skema akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (LSSMAP) dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (LSSMK3).

 

Selain Kukuh hadir sebagai narasumber yakni Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN, Sugeng Raharjo yang mempresentasikan mengenai Kebijakan KAN terbaru terkait Persyaratan Akreditasi serta Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi BSN, Fajarina Budiantari menjelaskan tentang Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian.

 

Kukuh berharap Pertemuan Teknis yang mengusung tema “Peranan Lembaga Inspeksi yang Kompeten dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah” ini dapat meningkatkan komunikasi dan saling bertukar informasi dalam bidang akreditasi. (nda-humas)

 

Berita

SVLK & Kelestarian Sektor Kehutanan, Tingkatkan Kualitas Hidup Bangsa

Jika berbicara kualitas hidup disitulah bagaimana mengelola hutan dan lingkungan yang akan berdampak pada kepastian hidup masa depan anak cucu. Pelestarian fungsi alam menjadi suatu bagian yang penting untuk mendukung kehidupan. Hal inilah yang harus dijaga sehingga ke depan tidak akan menimbulkan dampak berbahaya bagi lingkungan sekitar. Dengan kualitas hidup meningkat, maka pertumbuhan ekonomi pun meningkat. 

Read more ...
Semakin Mantap Menuju WBBM, Direktorat ALIS Lakukan Studi Tiru ke Dit. Tipidkor Bareskrim Polri

JAKARTA - Direktorat Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi BSN (Dit. ALIS) melakukan kunjungan ke Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit. Tipidkor) Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia pada hari Senin (17/10/2022) dalam rangka studi tiru kesuksesan pencapaian WBBM Dit. Tipidkor yang telah diraih pada tahun 2021 lalu. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kombes Pol Mulya Hakim dan tim pengembangan dan pemeliharaan ZI dan WBBM.

Read more ...
Layanan Akreditasi Siap Menuju WBBM

JAKARTA - Dalam persiapan menuju Zona Integritas dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM), Direktorat Akreditasi Laboratorium (Dit. AL) dan Direktorat Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi (Dit. ALIS) telah melaksanakan kegiatan evaluasi Zona Integritas dan WBBM yang dilaksanakan Kamis (13/10). Kegiatan tersebut diikuti oleh personil dari Dit. AL, Dit. ALIS, dan 2 orang tim evaluator dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).

Read more ...
Pertemuan Teknis Laboratorium dan Penyelenggara Uji Profisiensi Tahun 2022 di Palembang

Sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Mutu Nasional (BMN) Tahun 2022, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Teknis Laboratorium dan Penyelenggara Uji Profisiensi Tahun 2022 di Palembang, Sumatera Selatan pada Kamis (21/9/2022).

Read more ...
Akreditasi Pilar Utama Keberterimaan Hasil Penilaian Kesesuaian di seluruh dunia

Akreditasi sebagai bagian dari insfrastruktur mutu, memegang peranan yang sangat strategis dalam memastikan bahwa suatu lembaga penilaian kesesuaian (lembaga inspeksi, laboratorium, lembaga sertifikasi, dan lembaga validasi/verifikasi) memiliki kompetensi serta berhak melaksanakan kegiatan penilaian kesesuaian, seperti inspeksi, pengujian, sertifikasi, validasi/verifikasi dan lain sebagainya.

Read more ...
Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.