Indonesian English

BSN Menerbitkan Pedoman Pengujian COVID-19

Untuk mendukung Indonesia menghadapi pandemi COVID-19, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerbitkan dua Pedoman Pengujian COVID-19 yaitu Pedoman Pemilihan, Validasi, dan Verifikasi Metode Rapid Test Antibody Capture SARS-CoV-2 dan Persyaratan Tambahan untuk Laboratorium Medik/Penguji yang melakukan Pemeriksaan/ Pengujian COVID-19.

Pedoman Pemilihan, Validasi, dan Verifikasi Metode Rapid Test Antibody Capture SARS-CoV-2 ditujukan untuk memenuhi kebutuhan terkait validasi dan verifikasi metode rapid test antibodi. Panduan ini digunakan untuk menentukan rapid test berbasis lateral flow immunochromatography yang akan digunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap infeksi SARS-CoV-2. Persyaratan Tambahan untuk Laboratorium Medik/Penguji yang melakukan Pemeriksaan/ Pengujian Covid-19 disusun untuk untuk memenuhi kebutuhan terkait panduan untuk melakukan pengujian COVID-19. Panduan ini digunakan untuk laboratorium (termasuk laboratorium bergerak/mobile laboratories) yang melakukan pengujian spesimen dari terduga COVID-19 dengan metode Real Time Reverse Transcriptase PCR (RT-qPCR), Tes Cepat Molekuler (TCM), dan Tes Cepat/Rapid Test Immunoassay.

Pedoman ini dibuat dalam rangka membantu laboratorium mempersiapkan sarana dan prasarana, peralatan, bahan/reagent, metoda pemeriksaan, pemantauan mutu internal dan eksternal, serta sistem manajemen atau tata-laksana laboratorium yang baik dan benar termasuk analisis risiko. Pedoman ini disusun dengan merujuk pada ketentuan regulasi pemerintah melalui peraturan kementerian yang diberikan kewenangan serta referensi internasional seperti panduan WHO, CDC, dan publikasi ilmiah terkini terkait uji COVID-19. Pedoman ini memuat ketentuan-ketentuan yang melengkapi ketentuan-ketentuan yang sudah diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka penanganan COVID-19.

Panduan pengujian COVID-19 dapat diakses di laman website kan.or.id dan dapat dibaca di Perpustakaan.bsn.go.id

 

 

 

 

 

Berita

Perkuat Daya Saing Kelapa Sawit, KAN Akreditasi LS ISPO

Perkebunan kelapa sawit Indonesia memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian di Indonesia. Namun adanya unsur kepentingan dagang dan hegemoni negara maju, mengakibatkan perdagangan kelapa sawit, termasuk hasil olahannya, kerap diperlakukan tidak adil, seperti tindakan diskriminasi dan hambatan perdagangan. Untuk itu, diperlukan sistem pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang efektif, efisien, adil dan berkelanjutan. Salah satunya dengan sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia/Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Read more ...
BSN Menerbitkan Pedoman Pengujian COVID-19

Untuk mendukung Indonesia menghadapi pandemi COVID-19, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menerbitkan dua Pedoman Pengujian COVID-19 yaitu Pedoman Pemilihan, Validasi, dan Verifikasi Metode Rapid Test Antibody Capture SARS-CoV-2 dan Persyaratan Tambahan untuk Laboratorium Medik/Penguji yang melakukan Pemeriksaan/ Pengujian COVID-19.

Read more ...
FGD Sosialisasi Kebijakan KAN Terkait Witness

Selasa (10/11/2020), Direktorat Akreditasi Laboratorium Komite Akreditasi Nasional menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait Sosialisasi Kebijakan KAN terkait Witness secara daring. Kegiatan diselenggarakan sebagai diskusi antara KAN dengan Asesor laboratorium penguji terkait witness.

Read more ...
Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.