Indonesian English

Kamis (15/06/2020), Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Skema Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SNI ISO 35001:2019) melalui media daring. FGD ini menghadirkan para narasumber yaitu Bambang Prasetya (Peneliti Ahli Utama, Pusrisbang SDM BSN/ Ketua Komite Biosafety Produk GMO), Donny Purnomo (Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN) dan Triningsih Herlinawati (Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi BSN). FGD ini dibuka dengan sambutan oleh Puji Winarni (Plt. Deputi Akreditasi BSN/ Plt. Sekjen KAN).

“SNI ISO 35001:2019 merupakan adopsi identik dari ISO 35001:2019 mempunyai peran strategis sebagai standar bagi organisasi untuk menjalankan program penanganan biorisiko secara sistematis dan terstruktur. Pada kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, dengan adanya SNI ISO 35001:2019 merupakan tool yang tepat untuk diaplikasikan bagi sekitar 51 laboratorium penguji terakreditasi KAN yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan pengujian sample hasil swab test Covid-19”, tutur Puji dalam pembukaannya.

Bambang Prasetya dalam paparannya menyampaikan bahwa Pandemi Covid-19 telah disadari oleh semua pihak memberikan pembelajaran yang luar biasa, tingkat respon manusia terhadap infeksi Covid-19 di masing - masing negara berbeda-beda. Berhubungan dengan tingkat imun individu dan lingkungan, Indonesia harus mengembangkan sistem sendiri termasuk dalam hal pengembangan manajemen subsistem  "biorisk management.

Penanganan pandemi yang sering dikaitkan dengan sistem biosafety dan biosecurity yang tidak berstandard akan memicu konflik antar negara. Oleh karena itu dibutuhkan keselarasan acuan – quide line - standar – sistem pemastian/penilaian kesesuaian.

SNI ISO 35001:2019 (Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium dan Organisasi terkait lainnya) adalah standar yang menetapkan proses untuk mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan memantau risiko yang terkait dengan bahan biologis berbahaya. Standar ini berlaku untuk laboratorium atau organisasi lain yang bekerja dengan, menyimpan, mengangkut, dan/atau membuang bahan biologis berbahaya. Salah satu tujuan menerapkan Standar Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SMBL) adalah meningkatkan kesadaran akan risiko biosafety dan biosecurity. Biosafety  adalah melindungi orang dari pathogen berbahaya dan biosecurity melindungi pathogen dari orang berbahaya.

Pada akhir presentasinya, Bambang Prasetya menyampaikan bahwa, Negara harus hadir dalam pemastian keamanan dan keselamatan masyarakat terhadap berbagai kemungkinan timbulnya risiko akibat material biologis yang mempunyai potensi membahayakan manusia dan lingkungan. Sistem managemen Biorisiko SNI ISO 35001 merupakan tools yang dapat dipertimbangkan dalam pendukung pemastikan keamanan melalui skema penilaian kesesuaian (conformity assesment) yang diakui secara global.

 

Paparan selanjutnya, Donny menambahkan, Komite Akreditasi Nasional (KAN) sudah mengoperasikan skema Akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (LSSMBL) sejak tahun 2016 dan terdapat 1 (satu) LSSMBL yang telah diakreditasi.

Persyaratan dalam mengajukan sebagai LSSMBL harus menggunakan acuan standar SNI ISO/IEC 17021-1:2015 Penilaian kesesuaian – Persyaratan lembaga penyelenggara audit dan sertifikasi sistem manajemen – Bagian 1: Persyaratan, KAN U-01: Syarat dan Aturan Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK), sedangkan persyaratan khusus terdapat dalam  KAN K-07 Persyaratan Khusus Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen dan KAN K.07.09 berisi persyaratan tambahan akreditasi lembaga sertifikasi sistem manajemen biorisiko laboratorium.

Dalam paparan senada Triningsih menyampaikan bahwa tujuan penerapan SMBL antara lain melindungi personel dan lingkungan dari bahaya bahan biologis, melindungi bahan biologis dari penyalahgunaan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku terkait penggunaan bahan biologis. Triningsih menyampaika overview terkait SNI ISO 35001. Standar ini ditetapkan menjadi SNI pada tanggal 16 Juni 2020 (SK Kepala BSN 177/KEP/BSN/6/2020). SNI ini menggunakan HLS (High-Level Structure) sehingga dapat diintegrasikan dengan standar lainnya. KAN mengeluarkan kebijakan transisi penerapan SNI ISO 35001: 2019 melalui Kebijakan KAN No. 008/KAN/06/2020 yang berisi tentang :

  1. LSSMBL yang mengajukan akreditasi awal dengan permohonan akreditasi sejak 1 Juli 2020 maka proses akreditasi awal mengacu kepad adokumen SNI ISO/IEC 17021-1, KAN K 07.09 dan SNI ISO 35001:2019;
  2. KAN akan melakukan asesmen transisi terhadap LSSMBL yang terakreditasi mengacu SNI 8340:2016 ke SNI ISO 35001:2019 maksimal 1 (satu) tahun sejak standar SNI ISO 35001:2019 ditetapkan atau sesuai dengan program survailen terjadwal masing – masing LSSMBL;
  3. Sertifikasi SNI 8340:2016 tidak valid setelah 2 tahun sejak standar SNI ISO 35001:2019 ditetapkan;
  4. Tanggal masa kadaluarsa Sertifikat SNI 8340:2016 yang diterbitkan pada masa transisi harus mengacu akhir masa periode transisi. (FA-AH)

 

 

 

 

 

 

 

Berita

SNI ISO/IEC 17029 untuk Validasi dan Verifikasi

 

Sebagai salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Mutu Nasional (BMN), Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan webinar SNI ISO/IEC 17029:2019 Penilaian Kesesuaian – Prinsip dan Persyaratan Umum bagi Lembaga Validasi dan Verifikasi secara daring pada Selasa (10 Oktober 2020).

 

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku Ketua KAN, Kukuh S. Achmad menyampaikan bahwa hingga tahun 2020 KAN telah mengakreditasi 2.306 Lembaga Penilaian Kesesuaian dengan 444 diantaranya adalah Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi. LPK yang dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Lembaga Inspeksi, Lembaga Sertifikasi, dan Laboratorium. Namun, seiring waktu muncul kebutuhan baru untuk kegiatan validasi dan verifikasi.

Read more ...
Diskusi Daring KAN - LSSMAP : Isu Penerapan dan Sertifikasi SMAP di BUMN

Jumat (4/09/2020), Komite Akreditasi Nasional (KAN) mengadakan pertemuan secara online dengan  Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (LSSMAP) terakreditasi KAN, dalam rangka berkonsolidasi serta menyamakan persepsi dalam mendukung efektifitas penerapan sertifikasi SMAP (SNI ISO 37001).  Saat ini perhatian pemerintah dalam upaya mengurangi atau mencegah korupsi/penyuapan adalah mendorong sertifikasi SMAP dilingkungan BUMN. Sesuai dengan surat edaran kementerian BUMN No S-35/MBU/01/2020 tentang Implementasi Sistem Manajemen Anti Suap di BUMN, dimana diwajibkan bagi perusahaan milik negara. Seiring dengan kebutuhan penerapan sertifikasi SNI ISO 37001 yang meningkat, namun KAN tetap harus menjaga agar proses sertifikasi yang dilakukan oleh LS SMAP terakreditasi KAN harus kredibel, kompeten dan impartial.

Read more ...
FGD Skema Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SMBL)

Kamis (15/06/2020), Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Skema Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SNI ISO 35001:2019) melalui media daring. FGD ini menghadirkan para narasumber yaitu Bambang Prasetya (Peneliti Ahli Utama, Pusrisbang SDM BSN/ Ketua Komite Biosafety Produk GMO), Donny Purnomo (Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN) dan Triningsih Herlinawati (Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi BSN). FGD ini dibuka dengan sambutan oleh Puji Winarni (Plt. Deputi Akreditasi BSN/ Plt. Sekjen KAN).

Read more ...
Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.