Indonesian English

ISO 21001:2018 merupakan standar sistem manajemen pertama di tingkat internasional yang diperuntukkan secara spesifik bagi sektor organisasi Pendidikan. Standar yang dirilis pada bulan Mei 2018 ini secara umum memberikan panduan tentang bagaimana memastikan mutu layanan pendidikan dengan pendekatan sistem manajemen. Sebagai salah satu wujud kontribusi Badan Standardisasi Nasional (BSN) terhadap mutu pendidikan di Indonesia, dokumen ISO ini telah diadopsi sebagai standar nasional pada tanggal 14 Juni 2019 dengan penamaan dokumen SNI ISO 21001:2018 – Organisasi pendidikan – Sistem manajemen untuk organisasi pendidikan – Persyaratan dengan panduan penggunaan.

Dalam rangka memfasilitasi hal tersebut, Komite akreditasi Nasional (KAN) saat ini telah membuka layanan skema akreditasi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (LSSMOP) terhitung sejak tanggal 1 Juli 2020. Sebagai tindak lanjut pembukaan skema baru tersebut, maka pada tanggal 8 Juli 2020 telah dilaksanakan Webinar dengan tema FGD Skema Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan berdasarkan SNI ISO 21001:2018 dengan peserta yang berasal dari kalangan Lembaga Penilaian Kesesuaian dan yang terkait lainnya.

Focus Grup Discussion (FGD) dilaksanakan melalui media daring Zoom yang diikuti 120 wakil Lembaga Inspeksi (LI) dan Lembaga Sertifikasi (LS) baik yang sudah terakreditasi KAN untuk skema akreditasi yang lain maupun LS yang belum terakreditasi. FGD ini bertujuan untuk memberikan informasi serta penyamaan pemahaman terhadap persyaratan akreditasi skema LSSMOP maupun terhadap penerapan standar SNI ISO 21001:2018.

Dr. Puji Winarni selaku Plt Sekretaris Jenderal KAN pada pembukaan FGD menyampaikan bahwa sertifikasi berdasarkan SNI ISO 21001:2018 diharapkan dapat mendukung dan melengkapi sistem akreditasi maupun sistem pemastian mutu penyelenggara pendidikan yang sudah dimiliki pemerintah. Lebih lanjut lagi, bahwa pelaksanaan sertifikasi ini tidak menggugurkan kewajiban penyelenggara pendidikan dalam memenuhi persyaratan regulasi yang telah ditetapkan. Penerapan SNI ISO 21001:2018 diharapkan mampu memberikan nilai tambah kepada organisasi pendidikan di Indonesia berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta mendukung prioritas Presiden Republik Indonesia bahwa fokus pengembangan Indonesia selanjutnya yaitu pengembangan SDM sebagai kunci Indonesia maju (SDM Unggul Indonesia Maju) di masa depan, setelah fokus dalam hal infrastruktur.


Dalam hal pembahasan lebih teknis, FGD ini dilaksanakan dalam format diskusi panel dengan pembicara Triningsih Herlinawati (Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi/ ALIS) serta Donny Purnomo (Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi/ SISHAR). Pada kesempatan tersebut Triningsih menyampaikan bahwa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (LSSMOP) harus mencakup persyaratan tambahan yang diatur dalam KAN K - 07.12 Persyaratan Tambahan bagi Lembaga Sertifikasi”. Di dalam dokumen KAN K tersebut dijelaskan mengenai persyaratan permohonan, persyaratan sumberdaya, kebutuhan witness yang dipersyaratkan, dan sebagainya. Triningsih juga menyampaikan bahwa persyaratan untuk skema baru ini tidak diberikan relaksasi sehingga LS yang ingin diakreditasi dipersyaratkan salah satunya harus sudah menerbitkan sertifikasi untuk minimal 1 klien. Selain itu disampaikan bahwa SNI ISO 21001 tidak menggantikan SNI ISO 9001 ruang lingkup pendidikan namun SNI ISO 21001 lebih spesifik ke dunia pendidikan baik formal maupun non formal. Sebagai tambahan informasi, pada tahap awal ini ruang lingkup akreditasi yang dioperasikan masih terbatas bagi lingkup pendidikan tinggi dari 4 ruang lingkup yang ada.

Pada sesi selanjutnya, Donny Purnomo menyampaikan harapannya bahwa sertifikasi SNI ISO 21001 dikatakan berhasil jika lulusan perguruan tinggi merasakan sistem pembelajaran yang lebih baik dibandingkan sebelum menerapakan SNI ISO 21001, sehingga didorong bahwa hal ini tidak hanya sebatas perolehan sertifikat bagi penerapnya

Selepas presentasi dilakukan oleh kedua panelis tersebut, kepada para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sehingga sesi tanya jawab dan diskusi dapat difasilitasi secara lebih mendalam. Pada akhir sesi, Triningsih Herlinawati dalam sesi penutupan menyampaikan bahwa skema akreditasi LSSMOP ini merupakan salah satu wujud dukungan pemerintah dalam memastikan sumber daya yang unggul khususnya demi terwujudnya kemajuan sistem pendidikan di Indonesia. (EAP/KH).

 

 

Berita

FGD Skema Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SMBL)

Kamis (15/06/2020), Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Skema Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SNI ISO 35001:2019) melalui media daring. FGD ini menghadirkan para narasumber yaitu Bambang Prasetya (Peneliti Ahli Utama, Pusrisbang SDM BSN/ Ketua Komite Biosafety Produk GMO), Donny Purnomo (Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN) dan Triningsih Herlinawati (Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi BSN). FGD ini dibuka dengan sambutan oleh Puji Winarni (Plt. Deputi Akreditasi BSN/ Plt. Sekjen KAN).

Read more ...
Perubahan Kebijakan Akreditasi di Masa Pandemi Covid-19 Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi

Pada Kamis (9/7/2020) telah dilaksanakan Sosialisasi Perubahan Kebijakan Komite Akreditasi Nasional terkait Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19. Acara diselenggarakan melalui webinar dan streaming Youtube. Sosialisasi ini diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada Lembaga Inspeksi (LI), Lembaga Sertifikasi (LS), serta Lembaga Verifikasi dan Validasi (LVV) mengenai kebijakan KAN No 007/KAN/06/2020 yang merupakan perubahan dari kebijakan KAN No 003/KAN/04/2020 yang ditetapkan tanggal 15 April 2020.

Read more ...
Pengumuman Hasil Seleksi dan Pelaksanaan Pelatihan Asesor Laboratorium Penguji SNI ISO/IEC 17025:2017 KAN 2020

Kami beritahukan dengan hormat, berikut nama-nama peserta pelatihan asesor laboratorium penguji SNI ISO/IEC 17025:2017 tahun 2020 yang dinyatakan lolos seleksi persyaratan administrasi sebagaimana terlampir. 

Read more ...
Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.