Indonesian English

Seiring semakin meningkatnya tuntutan stakeholders penilaian kesesuaian, telah mendorong KAN untuk terus berupaya memperbaiki sistem dan meningkatkan efektifitas layanan akreditasi di setiap jenis dan lini layanannya. Kebijakan peningkatan ini tanpa terkecuali juga merambah pada layanan akreditasi laboratorium 

Terobosan awal tahun 2019 ini, dengan semangat dan tantangan melalui struktur kelembagaan yang baru, KAN telah melakukan pengembangan kebijakan Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan persyaratan akreditasi khusus untuk laboratorium kalibrasi. Tindak lanjut berikutnya, KAN menyelenggarakan kegiatan pertemuan asesor laboratorium kalibrasi untuk Direktorat di Kedeputian Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU untuk mensosialisaikan perkembangan terkini dan yang harus dilakukan sehubungan dengan transisi atas perubahan yang terjadi. Kegiatan ini sukses dilaksanakan

 

 

  pada pada hari Rabu, 20 Februari 2019 bertempat di Ruang Rapat Seminar lt. 3 Kedeputian SNSU BSN Gedung 420 Kawasan Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan. Pertemuan yang dihadiri sekitar 50 orang Asesor Laboratorium Kalibrasi (Direktorat di Kedeputian SNSU) ini dibuka secara resmi oleh A.  Praba Drijarkara selaku Plt. Direktur Mekanik Kedeputian SNSU

Sosialisasi kebijakan dan dokumen KAN terbaru antara lain: KAN U-01 (Syarat dan Aturan Akreditasi), KAN U-02 (Kategori Temuan), KAN U-03 (Penggunaan Simbol KAN) serta diskusi permasalahan teknis laboratorium kalibrasi disampaikan dengan narasumber Donny Purnomo (Direktur Sistem dan Harmonisasi BSN) dan Herlin Rosdiana (Kasubdit Akreditasi Laboratorium Kalibrasi).

Donny Purnomo lebih lanjut menyampaikan pentingnya peran, kompetensi dan pengalaman para asesor laboratorium kalibrasi serta peneliti metrologi SNSU dalam mengawal pemenuhan persyaratan ISO/IEC 1025: 2017 terkait konsistensi implementasi ruang lingkup dan rekomendasi CMC (calibration and measurement capabilities) laboratorium kalibrasi baik saat proses asesmen maupun pada tahap  pembahasan rapat panitia teknis. Kesempatan ini Donny juga mengingatkan kepada para asesor,  apabila laboratorium kalibrasi mengklaim pengajuan CMC  dengan ketidakpastian yang kecil apalagi jika nilainya lebih kecil dari yang dimiliki laboratorium SNSU maka asesor harus melakukan “risk based asessment” dan melakukan penyaksian untuk memastikan bahwa klaim tersebut benar. Hal ini juga telah didukung dengan kebijakan baru KAN terkait masa akreditasi yang diperpanjang menjadi 5 tahun dalam satu siklus (sebelumnya 4 tahun) dengan konsekuensi penyaksian yang dapat dilakukan kapan saja. 

Pengalaman narasumber menunjukkan perlu adanya leveling untuk layanan kalibrasi di lab SNSU dengan status NMI (yang diterima hanya laboratorium untuk tujuan kalibrasi level 1), sehingga sangat ilmiah jika asesor mempersyaratkan harus adanya double standard (standar kembar) untuk laboratorium kalibrasi dengan layanan level 1 (memiliki resiko tinggi). 

Aspek kritis dalam ISO/IEC17025 yang sering luput dari perhatian  yang juga dibahas antara lain Penguatan penjaminan mutu laboratorium kalibrasi yang diakreditasi. Selama implementasi  proses transisi ke standar ISO/IEC 17025 revisi terbaru, apa saja 

pengendalian mutu internal dan pembandingan eksternal (tidak harus selalu uji banding) yang dilakukan laboratorium. Jika laboratorium menggunakan control chart, asesor harus memastikan apakah data yang dimiliki laboratorium udah cukup represntatif.

Pada sesi berikutnya, Herlin Rosdiana menyampaikan berbagai kasus penyalahgunaan simbol akreditasi dan beberapa kasus terkait pemalsuan sertifikat akreditasi dan sertifikat kalibrasi. Perlu dukungan dan komunikasi yang baik dari stakeholders untuk meminimalkan dan mengantisipasi dampak yang terjadi, agar fungsi kegiatan penilaian kesesuaian dapat murni dirasakan manfaat sebesar-besarnya bagi stakeholders.

Merespon pertanyaan peserta diskusi terkait perbedaan kategori temuan dibandingkan kebijakan sebelumnya, narasumber menginformaasikan bahwa dalam dokumen terbaru KAN U-01 dituang dengan jelas temuan kategori 1 , 2 dan 3. Kategori 1 harus dipahami sepenuhnya oleh asesor bahwa temuan ini bersifat tidak dapat ditutup dengan perbaikan dokumen saja jadi memiliki konsekuensi dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan pemenuhannya.  Untuk suatu temuan ketidaksesuaian walapun pada dasarnya dapat merujuk ke beberapa klausul dalam kriteria asesmen disarankan hanya merujuk ke satu klausul utama yang tidak memenuhi.  Untuk kategori 3 yang baru hanya bersifat observasi.

Dari kegiatan ini diharapkan fungsi  asesor laboratorium kalibrasi makin dirasakan oleh stakeholders, semakin profesional dalam bertugas dan diharapkan mampu menggali kebutuhan mereka dengan tetap menjaga integritas berpegang pada kode etik asesor. (oleh ditsishar 2019)

 

Berita

KAN Peroleh Pengakuan Internasional ILAC Skema Akreditasi Penyelenggara Uji Profisiensi

Komite Akreditasi Nasional (KAN) mendapatkan pengakuan Internasional Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) untuk skema akreditasi Penyelenggara Uji Profisiensi berdasarkan ISO/IEC 17043  (telah diadopsi menjadi SNI ISO/IEC 17043) pada tanggal 3 Oktober 2019. Skema saling pengakuan di bidang akreditasi Penyelenggara Uji Profisiensi ILAC merupakan lingkup baru dalam ILAC MRA (Mutual Recognition Arrangement), yang dilaksanakan melalui evaluasi oleh Organisasi Kerjasama Akreditasi Regional. KAN telah memperoleh pengakuan di tingkat regional melalui Asia Pasific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC)  pada bulan Juni 2017.

Read more ...
Press Release IQE 2019 (Bulan Mutu Nasional)

 

Pembangunan sumber daya manusia yang unggul merupakan kunci dari kemajuan sebuah bangsa. Pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan terciptanya sumber daya manusia unggul yang mampu menghadapi tantangan dimasa kini dan masa mendatang.

Read more ...
Sidang ASEAN Consultative Committee on Standards and Quality Working Group 2 (ACCSQ WG 2) yang ke-37

Indonesia kembali menjadi tuan rumah sidang ASEAN Consultative Committee on Standards and Quality Working Group 2 (ACCSQ WG 2) yang ke-37. Sidang yang berlangsung selama 3 hari pada tanggal 11-13 September 2019 di Yogyakarta tersebut didahului dengan Workshop tentang pertanian organik. Workshop yang diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 9-10 September 2019 ini bertujuan untuk pengembangan skema sertifikasi pertanian organik. Sidang ACCSQ WG 2 ke 37 diawali dengan sambutan dari Kepala Badan Standardisasi Nasional, Prof. Dr. Bambang Prasetya. Dalam kesempatan itu Ia menyampaikan latar belakang dibentuknya ACCSQ WG2 yaitu bertujuan untuk mengembangkan kebijakan dan pedoman yang selaras di bidang akreditasi dan penilaian kesesuaian serta memperkuat infrastruktur mutu dari negara-negara anggota ASEAN. Disamping itu, beliau juga menyampaikan bahwa ACCSQ juga telah meminta WG (Working Group) dan PWG (Product Working Group) untuk melanjutkan studi mengenai kota pintar (smart city) dan Revolusi Industri 4.0 yang telah ditetapkan sebagai prioritas baru di ASEAN selain percepatan integrasi 11 sektor prioritas yang telah disepakati sebelumnya dalam perjanjian kerangka kerja oleh para pemimpin ASEAN.

Read more ...
Refreshing Course Asesor Laboratorium Kalibrasi SNI ISO/IEC 17025:2017 Tahun 2019

Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan acara refreshing course asesor laboratorium kalibrasi, pada Selasa (03/09/2019) di Jakarta. Kegiatan yang dihadiri oleh 50 orang asesor laboratorium kalibrasi ini dilaksanakan dalam rangka merumuskan pedoman pelaksanaan asesmen bagi asesor maupun laboratorium kalibrasi untuk pengukuran kalibrasi alat survei dan temperature enclosure.

Read more ...
Penjelasan Kebijakan Transisi Dokumen

Dalam rangka implementasi KAN U-01 - Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) dan menindaklanjuti Surat Sekretaris Jenderal KAN Nomor 432/KAN/SEKJEN-SHA/01/19 perihal Perubahan Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian, dengan ini disampaikan Surat Penjelasan Kebijakan Transisi Dokumen:

Read more ...
Akreditasi Tingkatkan Daya Saing Bangsa dalam Rantai Pasok Global

Pentingnya peran akreditasi dalam rantai pasok perdagangan, menjadi tema yang diangkat dalam peringatan Hari Akreditasi Dunia (World Accreditation Day), yang jatuh setiap tanggal 9 Juni. Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Komite Akreditasi Nasional (KAN), menyelenggarakan kegiatan Temu Nasional Pemangku Kepentingan Bidang Akreditasi dalam rangka peringatan Hari Akreditasi Dunia dengan tema “Accreditation: Adding Value to Supply Chains” pada Selasa (25/6/2019), di Auditorium Gedung BPPT II, Jl. MH. Thamrin No.8 Jakarta Pusat.

Read more ...
Indonesia Menghadiri Sidang Gabungan IAF dan ILAC 2019

 

Sidang IAF-ILAC Mid-Term Meetings 2019 telah diselenggarakan di Hotel Hilton Mexico City Reforma, Mexico City, Mexico tanggal 04-11 April 2019. International Accreditation Forum (IAF) adalah organisasi internasional di bidang kerjasama badan akreditasi untuk lembaga sertifikasi yang beranggotakan 84 badan akreditasi yang berasal dari 73 negara (www.iaf.nu), sedangkan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) adalah organisasi internasional di bidang kerjasama badan akreditasi untuk laboratorium dan lembaga inspeksi yang beranggotakan 155 badan akreditasi dan organisasi terkait lainnya yang berasal dari 126 negara (www.ilac.org).

Read more ...
Temu Nasional Lembaga Penilaian Kesesuaian 2019 : Pentingnya peranan LPK dalam meningkatkan daya saing Indonesia

Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan acara Temu Nasional Lembaga Penilaian Kesesuaian, pada Kamis (28/03/2019), di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan perkembangan terkini di bidang akreditasi, terutama berkaitan dengan adanya perubahan standar internasional yang mengatur pengoperasian badan akreditasi ISO/IEC 17011:2017. Acara dihadiri oleh 1470 LPK yang terdiri atas 1047 laboratorium penguji, 165 laboratorium kalibrasi, 28 laboratorium medik (klinik), 46 lembaga inspeksi, 6 penyelenggara uji profisiensi, dan 178 lembaga sertifikasi.

Read more ...
Sosialisasi Dokumentasi Mutu KAN Sesuai ISO/IEC 17011:2017 untuk Asesor, Tenaga Ahli dan Panitia Teknis Skema Akreditasi Laboratorium

Sejak ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 1992, Komite Akreditasi Nasional (KAN) terus berkembang untuk memberikan akreditasi kepada Lembaga Penilaian Kesesuaian secara objektif dan tidak memihak. Sampai akhir 2018 terdapat 2019 LPK yang sudah diakreditasi KAN. Terdiri dari 1742 laboratoium dan lembaga inspeksi, serta 277 lembaga sertifikasi.

Read more ...
Sosialisasi Dokumentasi Mutu KAN Sesuai ISO/IEC 17011:2017 untuk Asesor, Tenaga Ahli dan Panitia Teknis Skema Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi

KAN melaksanakan sosialisasi dokumentasi mutu terbaru yang menyesuaikan persyaratan sesuai ISO/IEC 17011:2017. Sosialisasi ini diberikan kepada asesor, tenaga ahli, dan panitia teknis Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi.

Read more ...

Keberterimaan dan Hubungan Kerja Sama

Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.