Indonesian English

Sebagai implementasi dari Kebijakan Komite Akreditasi Nasional mengenai Transisi Penerapan ISO 50001:2018 untuk Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Energi, KAN melaksanakan kegiatan Sosialisasi Perubahan Persyaratan Sertifikasi Sistem Manajemen Energi berdasarkan ISO 50001:2018 bagi Asesor, Panitia Teknis dan Tenaga Ahli. Kebijakan ini merupakan implementasi dari International Accreditation Forum (IAF) Resolution 2017-14 yang menetapkan untuk membatasi batas masa transisi ISO 50001:2011 selama 3 (tiga) tahun sejak tanggal publikasi, yaitu: 15 Agustus 2021.

Dalam kebijakan KAN juga menetapkan bahwa sertifikasi ISO 50001:2011 tidak valid setelah 3 (tahun) sejak tanggal publikasinya, yaitu: 15 Agustus 2018. Sejalan dengan kebijakan KAN tersebut, sumber daya manusia KAN yang tergabung dalam Asesor, Panitia Teknis dan Tenaga Ahli perlu mendapatkan penyamaan persepsi mengenai perubahan persyaratan yang ada dalam ISO 50001:2018. Pada kegiatan sosialisasi ini, Rustiawan Anis ditunjuk sebagai narasumber yang kompeten untuk ISO 50001:2018. Anis menegaskan bahwa terdapat beberapa perbedaan secara struktur antara ISO 50001:2011 dengan ISO 50001:2018, dimana ISO 50001:2018 sudah menggunakan High Level Structure mengikuti standar-standar level 5 lainnya, seperti : ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 13485: 2016.

Masih dalam kesempatan yang sama, Anis menjelaskan keterhubungan antar masing-masing klausul dalam ISO 50001:2018 dimana dalam memahaminya perlu memperhatikan beberapa Annex yang ada dalam standarnya, yaitu: Annex A.1 s/d A.3, Klausul 4, 6, 8, 9, Klausul 5 sampai Klausul 7, 10.

Anis juga menambahkan bahwa dalam mempelajari ISO 50001:2018 juga harus mempelajari ISO 50000 series lainnya, seperti: ISO 50002, ISO 50003, ISO 50004, ISO 50006 dan ISO 50015.

Kegiatan sosialisasi upgrading ISO 50001:2018 dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari : Asesor, Panitia Teknis dan Tenaga Ahli. Sampai berita ini diturunkan, kegiatan masih berlangsung dengan diskusi dari keseluruhan peserta.(AAM)

Berita

Fasilitasi Perdagangan Indonesia, MRA APAC Kembali diperoleh KAN, Untuk 11 Skema Akreditasi di Bidang Akreditasi Laboratorium, Lembaga Sertifikasi dan Lembaga Inspeksi

Setelah 20 tahun memperoleh pengakuan internasional di bidang sistem akreditasi laboratorium dan lembaga inspeksi dari Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC) dan pengakuan internasional di bidang sistem akreditasi lembaga sertifikasi dari Pacific Accreditation Cooperation (PAC) yang sejak 1 Januari 2019 bergabung dalam organisasi Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC), Komite Akreditasi Nasional (KAN) dinyatakan. telah berhasil melakukan trasnsisi dari ISO/IEC 17011:2004 ke ISO/IEC 17011:2017. Secara rinci pengakuan yang diperoleh dari APAC adalah untuk (1) laboratorium penguji, (2) laboratorium kalibrasi, (3) lembaga inspeksi dan (4) laboratorium klinik serta penambahan lingkup pengakuan untuk (5) penyelenggara uji profisiensi. Sedangkan perpanjangan pengakuan internasional yang diperoleh dari PAC adalah untuk (1) lembaga sertifikasi sistem manajamen mutu, (2) lembaga sertifikasi sistem manajemen lingkungan, (3) lembaga sertifikasi produk, (4) lembaga sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan, (5) lembaga sertifikasi person dan (6) lembaga sertifikasi sistem manajemen keaman informasi.

Read more ...
Kebijakan KAN Khusus Untuk Lembaga Sertifikasi dan Lembaga Verifikasi/Validasi Terkait Antisipasi Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Sertifikasi, Verifikasi dan Validasi

Sehubungan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dengan ini Komite Akreditasi Nasional (KAN) menetapkan kebijakan terkait proses sertifikasi, verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yang terdiri dari Lembaga Sertifikasi (LS) dan Lembaga Verifikasi dan Validasi (LVV) yang telah diakreditasi KAN dalam rangka memastikan kesesuaian pelaku usaha atau klien yang telah disertifikasi, diverifikasi atau divalidasi terhadap persyaratan masing-masing skema, sebagai berikut:

Read more ...
Perubahan Kebijakan KAN Terkait Antisipasi Dampak COVID-19 Terhadap Proses Akreditasi dan Penilaian Kesesuaian

Sehubungan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dengan ini Komite Akreditasi Nasional (KAN) perlu melakukan perubahan terhadap Kebijakan KAN Nomor 001/KAN/03/2020 dan Kebijakan KAN Nomor 002/KAN/03/2020 yang telah ditetapkan sebelumnya, sebagai berikut:

Read more ...
Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.